Kamis, 23 Februari 2017

Pseudo-code

Pseudo-code

Notasi algoritmik yang baik adalah notasi yang mudah dibaca dan mudah pula ditranslasikan ke dalam notasi bahasa pemrograman. Notasi algoritmik berupa pseudo-code mempunyai korespondensi dengan notasi bahasa pemrograman sehingga proses penerjemahan dari pseudo-code ke kode program menjadi lebih mudah.

Tidak ada aturan baku membuat pseudo-code. Tidak seperti bahasa pemrograman yang direpotkan dengan tanda titik koma (semicolon), indeks, format keluaran, kata-kata khusus, dan sebagainya, sembarang versi pseudo-code dapat diterima asalkan notasinya bisa dipahami.

(1)   Sebuah pernyataan dalam notasi deskriptif :


maka pseudo-code-nya dalam notasi algoritmik mungkin ditulis sebagai :

 

Notasi write berarti nilai X dicetak ke piranti keluaran. Dengan notasi algoritmik, kita tidak terlalu mempersoalkan  format tampilan keluaran, misalnya apakah hasil penulisan antara X dan Y dipisah dengan spasi atau dengan koma, apakah X dan Y dicetak di dalam baris yang sama atau tidak, apakah X dan Y dicetak pada koordinat tertentu di layar, dan sebagainya. Bila X dan Y berisi nilai bertipe bilangan riil (memakai titik desimal) kita juga tidak mempersoalkan berapa angka di belakang koma, dan sebagainya. Hal-hal teknis semacam ini barulah kita pikirkan pada saat translasi notasi algoritmik tersebut ke notasi bahasa pemrograman. Dengan cara seperti ini, kita telah membuat notasi algoritmik terlepas dari hal-hal teknis seperti yang terdapat pada bahasa pemrograman.

Notasi algoritmik dalam bentuk pseudo-code sebaiknya mudah ditranslasikan ke dalam notasi bahasa pemrograman pada saat coding. Notasi write di dalam algoritma berkoresponden dengan write atau writeln dalam bahasa Pascal, printf dalam bahasa C, WRITE dalam bahasa Basic, atau write dalam bahasa Fortran. Selain itu, pada beberapa bahasa pemrograman seperti Pascal dan C, antara setiap instruksi dipisahkan dengan tanda ";" (semicolon). Jadi, translasi write(x) ke dalam masing-masing bahasa tersebut adalah (dengan asumsi bahwa piranti keluarannya adalah layar) sebagai berikut:

Algoritmik:

 
Bahasa Pascal:

 

Bahasa C:

 

Bahasa Basic:



Bahasa Fortran:

Perhatikan bahwa setiap bahasa mempunyai cara yang berbeda dalam menulis perintah penulisan. Bahasa C  misalnya, mengharuskan pemakaian penentu-format (seperti "%d" pada contoh di atas) untuk nilai yang dicetak. Penentu format "%d" berarti pada field tersebut nilai yang akan dicetak bertipe bilangan bulat).

(2)         Sebuah pernyataan dalam notasi deskriptif:

maka pseudo-code-nya dalam notasi algoritmik menjadi:

Notasi "←" berarti mengisi (assign) peubah (variable) min dengan nilai x. Translasi notasi "←" dalam bahasa Pascal adalah ":=", dalam bahasa C adalah "=", dalam bahasa Basic adalah=dan dalam bahasa Fortran juga" =".  Jadi, translasi min←x ke dalam masing-masing bahasa tersebut adalah:

Algoritmik:

Bahasa Pascal:

Bahasa C:

Bahasa Basic:


 

Bahasa Fortran:

Tidak ada komentar:

Adsense